Terkait Sistem Pembelajaran Bagi Siswa Disama Pandemic, Berikut Keluhan Para Wali Murid

  • Bagikan

Kepala SDN 1 SP. Padang Kab OKI, Eridiah S.Pd saat berikan mata pelajaran kepada siswa

OKI, RB.CO.ID– Dimasa pandemic Covid-19 Pemerintah telah menetapkan dua sistem pelaksanaan kegiatan belajar bagi siswa, diantaranya belajar dari rumah (BDR) yang diperuntukan bagi daerah atau wilayah bertanda zona merah, orange dan kuning. Selanjutnya belajar tatap muka (BTM) bagi daerah zona hijau dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Terkait situasi ini pula mengharuskan banyak penyesuaian yang perlu dilakukan guru terutama perihal ketercapaian kurikulum. “Karena disini sekolah dan para guru dituntut untuk mampu menjaga stamina fisik dan energi mental anak didik, namun juga mampu menjaga kualitas pendidikan yang tetap signifikan, sekaligus menyiasati agar tujuan pembelajaran dapat optimal tersampaikan dan terserap oleh peserta didik.

Baca Juga =  Ikuti Instruksi Surat Edaran Gubernur, Disdikbud Tubaba Putuskan KBM Daring!

Demikian disampaikan Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Sirah Pulah Padang, Kabupaten OKI, Eridiah S.Pd saat dikunjungi RB.CO.ID di tempat kerjanya, Sabtu (03/10/2020).

Adapun pemberian pendidikan kepada siswa dikatakannya harus sesuai aturan pemerintah dengan tetap menerapkan Prokes seperti halnya siswa wajib memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sebelum memulai kegiatan belajar.

“Maka dalam situasi ini, ada beberapa keluhan yang juga perlu kita paparkan, diantaranya betapa pentingnya belajar dengan cara tatap muka bagi siswa – siswi dimasa pandemic ini dikarenakan dari aspek pembelajaran daring pun pada umumnya siswa mengeluhkan beberapa hal seperti sudah pada tarap jenuh karena berada di rumah dengan waktu yang cukup lama, ditambah fasilitas koneksi jaringan internet kurang memahami dan memadai serta penguasaan pembelajaran yang membutuhkan bimbingan terus menerus, “terang Eridiah.

Baca Juga =  Rem Blong, Truk M 9064 UV Tabrak Pembatas Jalan Hingga Rumah Warga

Masih dikatakannya, selain itu para orang tua juga mendapat keluhan karena selama anak mereka tidak bisa bertatap muka dan bersosialisasi dengan para guru dan teman-temannya di sekolah, para wali murid yang harus membimbing putra – putrinya selama ini sehingga mengalami titik jenuh, belum lagi bagi mereka yang juga bekerja baik sebagai pendidik, pekerja kantor dan sebagainya.

“Jadi, satu hal yang juga perlu ditingkatkan adalah adanya  kerjasama antara orang tua, guru dan sekolah. Sementara kita sekarang terkendala secara signifikan oleh keharusan memanfaatkan  perangkat teknologi serta aplikasinya yang seolah baru, berbiaya tinggi serta belum merata, “keluh Eridiah.

Namun dia berharap, baik guru, orang tua maupun sekolah, masing-masing harus saling terbuka mengemukakan hambatan utama masing-masing, serta bekerjasama mencari solusi kreatif yang menguntungkan masing-masing pihak, “pintanya.

Baca Juga =  Pemkam Purwajaya Bagikan BLT Dana Desa Kepada 112 KPM 

Sementara dari pantauan media ini, terlihat siswa – siswi SDN 1 SP. Padang Kabupaten OKI tetap antusias belajar secara tatap muka meskipun ditengah situasi pandemic Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. (Gani/tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *