Satgas Covid-19 Perbarui Aturan Bagi WNA dan WNI Yang Baru Tiba Dari Luar Negeri

  • Bagikan

Jakarta, RB.co.id — Sebagai upaya mencegah penularan virus SARS CoV-2 varian baru B117. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperpanjang dan memperbarui aturan bagi Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari luar negeri.

Kebijakan ini dapat berubah sesuai perkembangan situasi. Surat Edaran No 2 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 ini berlaku sejak 15 hingga 25 Januari 2021.

“Kami memperpanjang pelarangan WNA masuk ke Indonesia. Selain itu, mengatur WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Yaitu mengatur lebih rinci mengenai ketentuan karantina.
Kamis (14/1/2021)

Baca Juga =  Warga Kampung Panca Tunggal Jaya Hilang, Berikut Ciri-cirinya

Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penyebaran berkembangnya virus SARS COV-2 varian B117 yang lebih mudah menular,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo

Pelarangan bagi WNA untuk masuk ke Indonesia ini dikecualikan bagi pemegang izin tinggal diplomatik dan tinggal dinas, pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) serta WNA dengan pertimbangan serta izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

“Perpanjangan regulasi bagi pelaku perjalanan dari luar negeri ini semula dikeluarkan untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat pada periode liburan Natal dan Tahun Baru 2021. Kebijakan regulasi diterbitkan menyusul temuan virus SARS CoV-2 varian baru B117 di Inggris,” ucapnya.

Baca Juga =  Dalam Rangka Road Java Of Tour, Persilat Adakan Latihan Uji Coba.

Untuk Kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing. Sementara diplomat asing lainnya dapat melakukan karantina di tempat yang disediakan pemerintah.

WNA dan WNI yang telah melakukan karantina selama 5 hari terhitung pada saat kedatangan, wajib melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR. Apabila menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit. Untuk WNI biaya ditanggung pemerintah. Sedangkan WNA dengan biaya mandiri.

“Bagi mereka yang menunjukkan hasil negatif diperkenankan melanjutkan perjalanan. Namun, tetap wajib menerapkan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

Baca Juga =  KDRT, AD Oknum PNS Lambar Dilaporkan Ke Polisi

Pengetatan ini adalah wajib. Karena kita ingin agar kasus aktif dapat ditekan semaksimal mungkin. Karena itu, semua pihak harus mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan,” pungkas Doni.(L/Paksi)

 

Editor:Ario

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.