Petani OKI Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

  • Bagikan

KAYUAGUNG RumahBerita – Kebutuhan petani akan pupuk untuk tanaman mereka khususnya tanaman padi sangat dibutuhkan. Rupanya dari 5 jenis pupuk subsidi dari pemerintah, petani Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih kekurangan jumlah pupuk yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.

Hal ini disampaikannya oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (KPTPH) Kabupaten OKI Ir Sahrul MSi melalui Kepala Seksi (Kasi) investasi permodalan pertanian pupuk dan pestisida, Hermansyah SSos, Sabtu (21/11/2020).

Dia menerangkan, untuk jenis pupuk subsidi terdiri dari urea, NPK, SP 36, ZA dan organik. Dari kelima jenis pupuk subsidi itu untuk peruntukan Kabupaten OKI masih kekurangan bagi petani yang tersebar di Kabupaten OKI. Adapun alokasi pupuk subsidi ditahun 2020 yaitu sebanyak 14.755 ton pupuk urea, NPK sebanyak 9.714 ton, SP 36 sebanyak 5.940 ton, ZA sebanyak 1.250 ton dan organik sebanyak 315 ton. Semua alokasi pupuk ini diperuntukkan petani yang tersebar di Kabupaten OKI.

Baca Juga =  Serap Aspirasi Konstituen, DPRD OKU Bakal Gelar Reses Perorangan

” Kebutuhan pupuk subsidi oleh petani setiap tahun selalu banyak, sebenarnya pupuk subsidi ini masih sangat kekurangan. Maka oleh karena itu ada alokasi tambahan pupuk di tahun ini, walaupun sedikit, “ungkap Herman.

Lanjutnya, pemerintah guna membantu petani dalam meningkatkan produksinya, maka pemerintah menganggarkan lima jenis pupuk dengan harga subsidi. Termasuk penyalurannya sesuai alokasi oleh pemerintah. Dimana petani harus membuat Rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk mendapatkan pupuk subsidi di toko penyalur yang telah ditentukan.

Untuk diketahui, sambung dia, alokasi pupuk subsidi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, yakni dengan rincian Urea sebanyak 11.941 ton, NPK sebanyak 9.958 ton, SP 36 sebanyak 7.734 ton, ZA sebanyak 356 dan organik sebanyak 315 ton.

Baca Juga =  Setelah Melalui Proses Pemilihan, Akhirnya Mujianto Resmi Tepilih Sebagai Ketua PWI OKI

” Di tahun ini alokasi pupuk subsidi tambahan dilakukan pada Oktober, karena kebutuhan pupuk meningkat. Alokasi pupuk diawal-awal tahun terbatas sehingga kebutuhan petani belum terpenuhi. Maka diusulkan kembali ke kementerian pertanian pusat, “jelasnya.

Sambung Herman, kebutuhan pupuk oleh petani meningkat pada Juli-Oktober, sehingga karena kekurangan pupuk jadi alokasinya ditambah. Khususnya untuk tanaman padi. Tanaman padi sendiri banyak terdapat di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan dan sebagian kecamatan lainnya.

Herman menambahkan, untuk alokasi tambahan pupuk tahun ini ada sebanyak 2.686 ton, SP 36 sebanyak 1.500 ton dan ZA sebanyak 235 ton. Pupuk subsidi tambahan tersebut telah tiba pada Oktober lalu. Kini petani sudah bisa membelinya di toko-toko penyalur yang ditentukan. Sayangnya alokasi yang ada itu masih kekurangan bagi petani OKI.

Baca Juga =  DPRD OKU Gelar Paripurna Pembukaan LKPJ Bupati OKU TA 2021

” Kedepan untuk pupuk bersubsidi ini bagi petani mendapatkannya dengan menggunakan kartu. Sehingga dengan begitu pupuk akan tepat sasaran. Dengan syarat kelompok tani menyusun RDKK melalui tahap pengentrian ke sistem RDKK, jadi pemerintah akan mudah dalam pengawasan, “pungkasnya. (tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.