banner 1040x250

banner 728x250

Peringati Hari Pers Nasional, Gaungkan Kebebasan Demokrasi Bermartabat

MEDAN, RUMAHBERITA.CO.ID – Jauh sebelum Indonesia merdeka, kebebasan pers sudah digaungkan. Bahkan, menjadi alat perjuangan lepas dari belenggu penjajahan. Narasi pengantar tersebut menjadi pembuka pembahasan utama dalam Seminar Seruan Pers dari Sumatera Utara, bertajuk: Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat. Seminar yang menjadi rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional itu berlangsung di Ballroom Hotel Mercure, Medan. Selasa (7/2/23).

“Kebebasan pers, itu sudah digaungkan sejak dulu. Bahkan, jadi alat untuk memperjuangkan kebebasan bangsa dari penjajahan. Pahlawan nasional kita: Tirto Adhi Soerjo dan Rohana Kudus, contohnya. Mereka berjuang lewat karya jurnalistik,” kata Guru Besar Universitas Padjajaran Nina Herlina yang menjadi salah satu narasumber seminar tersebut

Dosen Universitas Andalas.

Wannofri Samry mengatakan, pers punya peran sangat penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Di masa kolonial, pers itu menjadi alat pemersatu dengan menumbuhkan semangat nasionalisme. Dari itu tumbuh kesadaran bersama untuk lepas dari belenggu penjajahan,” kata Wannofri.

Karena itu, lanjut dia, kebebasan pers menjadi keharusan. “Pers itu punya peran dalam menentukan arah perjuangan bangsa. Jadi kebebasan pers itu harus,” tegasnya.

Meski demikian, kerja-kerja pers harus punya visi dan misi yang jelas.

“Kerja-kerja pers harus punya visi yang jelas, tegak lurus dengan peran dn fungsi sejatinya. Dengan begitu, pers nasional semakin bermartabat,” terangnya.

Ikhwan narasumber lainya memaparkan tokoh pelopor Pers di Sumatera Utara, antara lain: Tuan MH Manullang dan Parada Harahap.

 

Penulis: RedEditor: Azzahra Pujaswari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *