Pengerjaan Proyek Drainase Desa Celikah Memakan Separuh Badan Jalan, Warga Khawatirkan Akses Jalan Menyempit

  • Bagikan

OKI, RB.CO.ID– Pelaksanaan proyek ABT APBD-P drainase atau saluran air di jalan akses pemukiman penduduk tepatnya dusun 04 RT 12 Desa Celikah Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diduga menuai protes warga setempat.

Pasalnya, pengerjaan proyek yang berlokasi di belakang Gedung Juang Kayuagung ini diduga mengganggu akses aktivitas warga sekitar, dikarenakan galian drainase terlihat memakan separuh badan jalan.

Salah satu warga setempat yang mengeluhkan adanya proyek saluran air itu mengungkap sejak dikerjakannya proyek ini menyebabkan badan jalan semakin sempit.

“Ini sangat memprihatinkan sekali, karena
galian ini memakan hingga separuh badan jalan yang sebelumnya berukuran sekitar 2,5 meter hingga bersisa sekitar 1,5 meter. Sementara ini adalah satu – satunya akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat,

Baca Juga =  AMOS Tolak Kehadiran Graha Pers Media Centre, Mengapa? 

“Jika warga setempat bekeperluan membeli barang atau sebagainya, hanya jalan atau gank inilah yang bisa dilalui oleh mobil, kini jalan ini tinggal separuh dari lebar sebelumnya, “keluh warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Belum lagi menurutnya di lokasi ini menjadi tempat anak – anak bermain dan berlalu lalang. “Yang kita khawatirkan jika pembangunan drainase tersebut nantinya tidak diberi penutup takutnya anak – anak bermain akan jatuh ke saluran air yang lumayan besar ini, “cemasnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten OKI melalui Kasi Perairan, Santi mengatakan tunjuan dibangunnya drainase ini untuk mengantisipasi banjir, karena proyek ini terhubung dengan saluran pembuangan dari atas jalan kota, tepatnya di jalan Darna jambi.

“Kenapa lokasinya disini ?, kami sudah konfirmasi untuk masalah jalan ini atau gank ini, sebenarnya kita membangun tidak bermaksud mengurangi pungsi jalan yang memang sudah ada,” jelasnya ketika dikonfirmasi dilokasi baru ini.

Baca Juga =  Tunjukan Rasa Empati, Babinsa Koramil 410-03/TBU Bantu Hantarkan Keranda Jenazah ke Pemakaman

Lebih lanjut, wanita berhijab ini mengakatakan,
apa lagi nantinya pungsi sebagai drainase tetap bisa dimanfaatkan, sedangkan
untuk jalan juga tetap bisa digunakan.

“Nantinya akan kita carikan solusinya setelah pekerjaan selesai, kami usahakan agar drainase ini ditutup, namun hanya sepanjang jalan yang digunakan warga dan yang diangap rawan untuk dilewati, “janjinya.

Sambungnya, sementara Inikan baru pengerjaan galian, nanti hasilnya tidak separah yang dilihat ini dan cuma 60 Cm, insya’ Allah aman dan tidak membahayakan.

Santi menyebutkan panjang proyek drainase yang saat itu terlihat oleh awak media tanpa memasang papan nama proyek ini berukuran 136 meter dengan lebar sekira 60 Cm.

Baca Juga =  Ratusan Petugas Kebersihan Terima Zakat dari Baznas OKI

Namun ketika ditanya terkait kepastian akan ditutupnya bagian atas saluran drainase ini, Santi mengatakan pihaknya akan melihat kondisi anggaran terlebih dahulu.

“Kita lihat dulu untuk diambil dananya dari mana kalau memang masyarakat menuntut langsung ditutup, namun kalau tidak kita teruskan buangan air dari saluran atas yang banyak itu akan menggenanggi lokasi ini, ” tutupnya sembari meninggalkan perbincangan. (Gani)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.