Miris !, Pustu Desa Teluk Kulbi  Pasang Bedera Kusam dan Robek

  • Bagikan

Miris !, Pustu Desa Teluk Kulbi  Pasang Bedera Kusam dan Robek

Kualatungkal, Rumahberita.co.id – Bulan Agustus merupakan moment bersejarah bagi Bangsa Indonesia terkhusus bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dimana pada bulan tersebut terdapat 2 (Dua) peristiwa bersejarah yaitu Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-57 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77.

Mirisnya di hari bersejarah tersebut masih ada kantor instansi pelayanan pemerintahan mengibarkan bedera Merah Putih yang sudah lusuh, robek dan kusam.

Terpantau dilapangan salah satunya yang terdapat di Peskemas Pembantu (Pustu) Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara dimana terlihat oleh awak Media bendera yang berkibar terkesan lusuh, kusam dan terdapat robekan. Terlihat juga papan keterangan yang kotor dan kusam, Senin (08/08/22).

Baca Juga =  Panitia Pilkades Serdang Jaya Sukses Laksanakan Penetapan Calon dan Nomor Urut

Kepala Puskesmas Kecamatan Betara Pak Panggung saat dikonfirmasi melalui Aplikasi WhatsApp pribadinya mengakui hal tersebut.

“Iya pak, sebelumnya sudah kami peringati dan akan kami layangkan surat teguran,” ujarnya tegas.

Sementara itu Kepala Pustu Desa Teluk Kuldi Bidan Merry yang berhasil dikonfirmasi melalui telepon pribadinya pada hari Jumat Tanggal 12 Agustus juga mengakui keteledorannya dan akan segera mengganti dan memasang Bendera Merah Putih yang baru.

“Iya, saya mengaku salah, karena saya banyak tugas luar jadi lupa mengganti bendera tersebut,” ucapnya.

Perlu diketahui dalam hal ini sangat jelas melanggar UU nomor 24 Tahun 2009. Tentang Bendera Negara dan Lambang Negara, Bahasa, dan Lagu Kebangsaan, pasal 24 huruf c. Sementara ketentuan pidana di atur pasal 67 huruf, b. Dengan segaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam  sebagai mana dimaksud pasal 24 huruf c.

Baca Juga =  Kepala BPN Mesuji Lantik 7 Camat Sebagai PPAT Sementara

Pasal 68 juga di jelaskan setiap orang mencoret, menulis, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara  dengan maksud menodai, menghina, atau menodai Lambang Negara sebagaimana dimaksud pasal 57 huruf a dipidana  dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta  rupiah).

Dan pasal 69 huruf a di sebutan  dipidana dengan pidana penjara paling lama selama (1) satu tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) setiap orang yang, dengan sengaja  mengunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran.   (Den Rb)

Baca Juga =  Kapolres Tanjab Timur Pimpin Patroli Gabungan Bersama TNI ,Antisipasi Penyelundupan Minyak Goreng 
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.