Lapor Pak Kapolda sudah ada korban meninggal didalam galian Tambang Ilegal di Way Kanan

  • Bagikan

 

Way Kanan, RB.co.id- Tambang Emas yang diduga tidak mengantongi izin Operasi hingga saat ini masih melenggang beroperasi, dan mencemari lingkungan sungai Way Umpu yg kini tidak bisa lagi digunakan masyarakat, karna menghitam diduga karna Mercuri.

hasil investigasi TIM forum pers independent Indonesia (FPII) Korwil Way Kanan yang dirilis sabtu, (23/11/2020) ditemukan lokasi tambang dan pemilik tambang ilegal Daerah Aliran Sungai Way Umpu Way Kanan.

Mirisnya beberapa waktu lalu tambang ilegal tersebut sudah pernah memakan dua (2) korban jiwa meninggal di lubang galian tambang ilegal milik Yanto warga Kampung Negeri Batin km20, Namun hingga saat ini masih terus melakukan kegiatan penambangan dan menjadi penampung hasil tambang yang di lakukan oleh penambang-penambang ilegal termasuk miliknya di sepanjang aliran sungai Way Umpu tersebut.

Yanto Warga Kampung Negeri Batin km 20 Kecamatan Umpu semenguk Way Kanan tidak pernah kapok-kapok untuk tidak melakukan penambangan liar ilegal walau galian tambang ilegal miliknya sudah pernah memakan korban meninggal tertimbun galian di lokasi penambangan di daerah yang di sebut Binjai di aliran sungai Way Umpu.

Baca Juga =  Sekda Saipul Pimpin Rakor Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak 2022

Hal tersebut di benarkan oleh Hamzah pemilik tambang liar ilegal yang berlokasi di dusun Suban Kampung Negeri Batin yang juga pernah memakan korban hingga hari ini masih mengalami kelumpuhan akibat tertimbun.
pada saat di temui di kediamannya Hamzah pemilik tambang ilegal ini membenarkan bahwa kejadian meninggal tersebut adalah anak buah Yanto yang tidak lain adalah bos dari Hamzah sendiri, dan kejadian tertimbunnya pekerja tambang tersebut tepatnya di aliran sungai Way Umpu yang disebut daerah Binjai, Sabtu (20/11/2020).

Dan pada saat dimintai keterangan tentang legalitas perijinan penambangan tersebut dengan lantang Hamzah mengatakan tidak ada yang memiliki izin.

Baca Juga =  Kepala Sekolah SMPN 2 Rawa Jitu Selatan Drs.Jaroji Lakukan Pungli Hingga Puluhan Juta Rupiah

“,Kalau izin, semua tambang emas di Way Kanan ini tidak ada yang memiliki izin, termasuk masyarakat di sini ada lima (5) tidak ada yang punya izin”, katanya ke Awak media

Dan tentang penambang meninggal ia juga menjelaskan
“,Benar yang meninggal tertimbun di lubang waktu itu anak buah nya Yanto, ada dua (2) orang, ponakan sama paman Yanto itu sendiri tapi kabarnya sudah damai, kalau soal yang lain tanyakan langsung saja sama Yanto”, tutup Hamzah

Indra selaku ketua FPII Way Kanan menyanyangkan hal tersebut,
Oleh sebab itu, ia meminta dinas terkait , APH agar dapat segera menindaklanjuti diantaranya bisa mengkaji keberadaan dan dampak dari aktifitas pertambangan liar ilegal dan kerawanan terhadap keselamatan pekerja, dan proses terkait hukum yang berlaku tentang kematian dua orang yang meninggal terkait kegiatan tambang liar yang dilakukan oleh Yanto dan Hamzah yang telah mengakibatkan kelumpuhan seseorang akibat aktifitas tambang ilegal miliknya tersebut.

Baca Juga =  7x24 Jam Tak Punyai Itikad Baik, M Alzier Dianis Thabranie Dipolisikan

“,Kami akan meminta dinas dan APH terkait, segera mengecek keberadaan tambang-tambang liar ilegal tersebut, apalagi lokasi penambangan sepertinya tidak pernah memikirkan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan, parahnya lagi ada yang sampai meninggal di dalam lubang”, pungkas nya.(L/indrapukuk)

 

Editor:Acong

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.