Hancurnya Jalan Roro Desa Semau  Di Keluhkan Warga

  • Bagikan

Hancurnya Jalan Roro Desa Semau  Di Keluhkan Warga 

Tanjabbar, Rumahberita.co.id – Proyek Peningkatan Jalan (Dak Reguler) dari Simpang 3 Parit 4 Sungai Saren sampai Simpang 4 Desa Teluk Sialang dengan menggunakan APBD 2020 sekitar 7,6 Miliar terlihat hancur dan nyaris tak bisa dilewati.

Proyek tersebut di kerjakan oleh PT. Hanro dengan Konsultan Pengawas CV. Indograha Konsultan, saat awak Media turun ke lokasi, Sabtu (30/01/21) terlihat jelas banyak terdapat kerusakan terutama di sekitaran Desa Semau.

Udin salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari jalan yang rusak mengeluhkan kondisi jalan rusak, berlobang dan becek.

” jalan ini, jalan tinggi di rendahkan , cuman di Skrap aja bukan di timbun jadi nampak baguslah nampak rata gitu kalau kena hujan seperti anak sungai,” keluhnya.

Udin juga mengatakan kalau jalan tak di timbun hanya di sekrap terus di giling sudah itu makanya banjir.

Baca Juga =  Ditreskrimum Polda Jambi Ungkap Kasus Tindak Pidana Curat 

” Kemarin itu kan bunyinya rehap aja tetapi bukan di rehap cuman di Skrap aja, kalau tau cuman di Skrap aja tidak di ijinkan oleh Warga,” sebut Udin.

Dan semenjak Jalan tersebut selesai di Kerjakan belum pernah ada Pemeliharaan dari Pihak Kontraktor, sementara jalan yang di kerjakan baru 2 bulan lebih sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

” Kami masyarakat minta segera di perbaiki jalan yang rusak ini, kemarin masalahnya bukannya apa, di apo orang terus sama greder, bukannya ditimbun, di greder terus tambah turun makanya jalan ini tambah turun, memang dilihat bagus waktu itu rata tapi tambah turun karena di kikis dengan greder,” Lanjut Udin yang berada di RT 06 Desa Semau.

Baca Juga =  Gunakan Motor, Bupati Tanjabbar Tinjau Wisata Mangrove Tungkal I

“ sekali musim air pasang biasanya tidak lewat air, sekarang air lewat. Saya kira kemaren itu habis di greder langsung di timbun rupanya tidak, cuman dibersihkan itu bae,” Sesal Udin.

Hal serupa juga dikatakan salah satu warga lain, “di greder, sore masuk air, didatanginya orang greder, kamu bukan perbaiki, habis ayam ayam warga mati karena tenggelam kena banjir karena jalan tersebut di rendahkan,” Tutur warga tersebut (17/12/20) Silam Kepada Media.

Terkait permasalahan proyek tersebut, Ketua LSM JPK (Jaringan Pemantau Kemwenangan) Rahmadi Aryanto, S. Kom menyayangkan kondisi jalan tersebut sebab belum setahun sudah rusak apalagi Proyek Peningkatan Jalan tersebut menelan aggaran APBD yang cukup besar.

” Miris lihat pengerjaan Proyek tersebut belum setahun sudah rusak apalagi anggarannya cukup besar sekitar RP. 7,6 Miliar dan di duga adanya permainan dan kurangnya pengawasan dari pihak terkait,” Sebut Rahmadi (Ketua LSM JPK).

Baca Juga =  Diakhir Jabatan Bupati Safrial Resmikan Kantor Cabang Bank 9 Jambi Tebing Tinggi Serta Proyek Fisik Selama Masa Jabatannya

Pada saat Media saat di hubungi melalui telepon seluler untuk konfirmasi kepada Fendi Harianja (Pimpinan Peeusaan yang mengerjakan Proyek tersebut) terkait dengan ruas jalan Sei Saren – SP. Teluk Sialang sudah rusak yang belum lama selesai dikerjakan mengatakan, nanti saya tanya dulu dan jumpai Pak Sultan saja karena dia pelaksana kami ada di Tungkal Ilir. (17/12/20).

(Den RB).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.