Gelar Event Bertaraf Internasional, Panitia Penyelenggara TIBF Tak Berhasil Jalankan Prokes

  • Bagikan

 

Panaragan,RB.co.id- Dengan terselenggaranya ferstival bertaraf internasional di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) membuat lupa sebagian orang bahwa kabupaten Tulang Bawang Barat sedang berada ditengah pandemi Corona Virus disease 2019 (Covid-19).

Mengingat status zona kabupaten Tulang Bawang Barat yang saat ini masuk dalam kategori Zona Orange, panitia acara terkesan memaksakan diri untuk menyelenggarakan kegiatan yang mengangkat tema Tubaba Internasional Bamboo Festival (TIBF).

Saat dihubungi juru bicara Gugus tugas kabupaten Tulang Bawang Barat Eri Budi Santoso mengatakan,menurutnya panitia penyelenggara sudah menjalankan protokol kesehatan yang maksimal.

Baca Juga =  Polres Mesuji Siap Lakukan Pengamanan DiTitik Rawan,Hadapi Perayaan Natal Dan Tahun Baru

“Sudah Panitia Pelaksana maksimalkan prokes,masker ,suhu tubuh diperiksa ,jaga jarak dan petugas kesehatan berkeliling mengingatkan pengunjung yang melepaskan masker atau terlalu dekat” Ungkap Jubir gugus tugas kabupaten Tubaba,Via Whatsapp,Jum’at (6/11/2020).

Namun pada pantauan tim RB.co.id Dilapangan terlihat kerumunan masyarakat pada saat pembukaan Ferstival Bamboo bertaraf Internasional Tersebut sangat tidak memperhatikan protokol kesehatan dalam hal tidak menjaga jarak dan berkerumun.

Sebelumnya sudah diberitakan, Salim selaku Ketua Panitia TIBF mengatakan. Bahwa tentu pihaknya telah mempersiapkan segala keperluan terutama terkait alat-alat penerapan Prokes seperti Masker, dan lainnya untuk kegiatan itu. Apalagi pihaknya pula didukung oleh Kemendikbud dan Pemkab Tubaba.

Baca Juga =  AKBP Joko Siswondo : Tahun 2021 Alokasi Anggaran Untuk Polres Tulang Bawang Mengalami Penurunan

“TIBF ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bambu dan segala jenis karya seni yang dapat dibuat darinya, seperti Bubu sampai dengan kuliner yang dimasak dari bambu. Sehingga diharapkan dari segala kegiatan yang akan disuguhkan dalam Festival ini dapat berdampak positif dan menjaga bambu sebagai salah satu kekayaan Nusantara,” imbuhnya.(L/Tom/HR)

 

Editor:Acong

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.