DPRD Tanjabbarat Persoalkan Pembangunan Tugu Perjuangan Di Alun alun

  • Bagikan

DPRD Tanjabbarat Persoalkan Pembangunan Tugu Perjuangan Di Alun alun

Kuala Tungkal, Rumahberita.co.id – Ketua  Komisi III DPRD Tanjabbarat pertanyakkan Proyek pembangunan tugu perjuangan yang menelan anggaran sekitar Rp 2 Miliar melalui APBD Tanjab Barat 2020.

Pasalnya Komisi III DPRD Tanjab Barat merasa Proyek yang berlokasi di pinggir Alun-Alun Kota Kuala Tungkal itu tidak termasuk dalam pembahasan.

Ketua Komisi III DPRD, Hamdani menilai instansi terkait dalam hal ini Dinas Perkim Tanjab Barat tidak berkoodinasi dengan DPRD terkait pembangunan Tugu perjuangan tersebut, bahkan dirinya terkejut saat mengetahui kalau pekerjaan sedang berlangsung.

“Intinya kami merasa tidak pernah membahas soal rincian pembangunan Tugu Perjuangan itu. Kami dak mungkin membahas satu persatu, seharusnya Dinas Perkim konsultasi kembali terkait pembangunan tugu itu,” ujar  Hamdani.

Baca Juga =  DPRD Kota Jambi Mengadakan Rapat Bersama Mengundang Disdik Kota Jambi

Selain itu, lokasi pembangunannya juga di anggap tidak tepat karena seharusnya menurut Hamdani, Pembangunan Tugu perjuangan lebih tepat pada area terbuka di persimpangan jalan atau bundaran.

“Sangat kita sayangkan, Soalnya lokasinya tidak layak ditempatkan di area yang terkesan dipinggir seperti itu. Karena tugu itu adalah Ikon kota,” sebut Hamdani. Selasa (20/10/20).

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkim Tanjab Barat Sucipto Hamonangan melalui PPK nya, Junaidi membantah jika proyek tersebut tidak di bahas di DPRD.

“Kita sudah koordinasi dengan DPRD, kan yang membahas dan mengesahkan anggaran itu DPRD sendiri,” bantah Junaidi dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Selasa (20/10/20).

Baca Juga =  Wakili Bupati, Wabup Tanjabbar Hadiri Pelantikan Pengurus PPNI Periode 2022-2027

Menyangkut  lokasinya, Junaidi menjelaskan, jika master plan telah dibuat sejak tahun 2019 lalu yang lokasinya di Alun-alun Kota Kualatungakal.

“Anggarannya itu dua miliar rupiah,  intinya kita sudah koordinasi dan di bahas boleh DPRD, Tata letaknya sudah sesuai dari rencana awal pada tahun 2019 dan dibangun menggunakan APBD murni 2020,” sebut Junaidi.

Awalnya, menurut Junaidi, pembangunan tugu perjuangan tersebut dipotong karena untuk penambahan dana covid-19, dan dimasukan lagi pada perubahan pendahuluan keempat karena dana tersebut masih tersedia atau tidak terpakai.

Baca Juga =  Jordi Pemudik Lebaran Sangat Berterima kasih Kepada Pihak Kepolisan Jambi Karena Menyambut Baik Dan Berikan Istrahat Yang Nyaman

“Saat perencanaan pembangunan taman Alun-alun langsung kita rencanakan master plan tugu perjuangan, karena saat itu dana tidak cukup untuk langsung dibangun sekalian tugunya, maka didahului bangun taman alun-alunya dulu, baru sekarang tugunya dibangun melalui APBD 2020,” tukas Junaidi.

(Den RB/T. AWI).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.