Atasi Kepanikan Warga Mulya Asri, Terhadap Pasien Covid-19 Dinkes Dan RSUD Tubaba Gerak Cepat

  • Bagikan

 

Panaragan,RB.co.id- Menindaklanjuti dengan pemberitaan yang sudah simpang siur di kalangan masyarakat Tulangbawang Barat terkait dengan meninggalnya St (61) warga kelurahan Mulya Asri yang di Informasikan meninggal akibat Covid-19 membuat dinas Kesehatan Tubaba bergerak cepat.

 

Yang pertama kita dari RSUD dan dinas kesehatan Tulangbawang Barat tidak pernah merujuk pasien ST tersebut,yang kedua RSUD dan dinas kesehatan Tubaba belum pernah mengambil Swab atas nama almarhum dilaboratorium dan yang ketiga kami juga tidak tau diperiksakan kemana dan hasil resmi almarhum juga kita tidak mengetahuinya.”kata Kadis Kesehatan Tubaba Majril saat dihubungi Via Telepon selulernya.

 

“kami juga mendapatkan informasi dari Facebook dan keterangan dari lurah Mulya Asri Prambumi Restu aji yang membenarkan adanya warganya yang meninggal dunia,dan pihak Dinas kesehatan bergerak cepat melakukan pengecekan dan diketahui pasien tersebut merupakan pasien umum dan dirawat di rumah sakit swasta YMC di Bandar jaya”.cetusnya

Baca Juga =  Curi Ponsel, Warga Tiyuh Penumangan di Ringkus Polisi

 

Masih kata Majril, dirinya mengharapkan kedepan Rumah Sakit YMC dapat melakukan koordinasi ke Rumah sakit Asal pasien yang dilakukan pengecekan  dan perawatan agar bisa cepat dan tanggap dan tidak menimbulkan berita yang simpang siur.

 

“Seharusnya Pihak Rumah sakit YMC berkoordinasi kedinas kesehatan¬† ataupun RSUD Tubaba,terkait hasil Swab pasien agar dapat dilakukan langkah-langkah cepat untuk dilakukan penanganan” pungkasnya

 

Lanjutnya ,kepala dinas kesehatan Tubaba memaparkan  pasien ST adalah pasien lanjut usia (Lansia) yang mempunyai Riwayat penyakit.

 

“Pasien ST merupakan pasien usia lanjut dengan riwayat penyakit kronis dan komplikasi. “ujarnya,Jumat (2/10/2020).

 

Dirinya menambahkan pihaknya telah melakukan pengecekan terkait rekam jejak perjalanan almarhum ,keluarga dan tetangga dekat yang ikut menguburkan serta memandikan almarhum.

Baca Juga =  Babinsa Koramil 426/PA Sertu Winarno Hadiri Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Puskesmas Penawar Aji

 

“Pasien tersebut sehari sebelum meninggal dilakukan pengecekan oleh pihak rumah sakit Yukum Medical Center, dan hasilnya keluar setelah seminggu almarhum dimakamkan”imbuhnya

 

“setelah kita cek pasien ST, keluarga serta tetangga yang ikut memakamkan pasien ST tidak ada riwayat perjalanan luar daerah”

 

Lanjutnya, dirinya menjelaskan beredarnya berita yang simpang siur bermula dari pengecekan oleh pihak rumah sakit tempat almarhum dirawat sehari sebelum pasien meninggal.dan dinas kesehatan akan atasi kepanikan warga untuk segera lakukan tracking ke tetangga dan keluarga almarhum.

 

“Saya kepala dinas kesehatan Tubaba meminta ke kelurahan dan Puskesmas Mulya Asri untuk mendata semua keluarga maupun masyarakat yang ikut memandikan dan menguburkan almarhum tersebut agar dapat segera dilakukan Rapid Test karena mereka merupakan warga Tubaba menjadikan tanggung jawab kita untuk melakukan pemeriksaan terlepas positif atau negatif”jelasnya

Baca Juga =  Prihatin!!Sudah Lama Disersi Brigpol Riyan Setiawan Dipecat Kapolres Tubaba

 

Kemudian dinas kesehatan menghimbau kepada masyarakat yang ikut memandikan dan menguburkan almarhum selagi menunggu akan dilakukan rapid test untuk melakukan isolasi mandiri sampai didapatkan hasilnya oleh RSUD dan Dinkes Tubaba.(L/Tom)

 

Editor:Acong

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.