AMOS; Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1442, Hijriyah, Bekerja Sama Dengan Musholla Dan Masyarakat

  • Bagikan

AMOS; Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1442, Hijriyah, Bekerja Sama Dengan Musholla Dan Masyarakat

Sumenep, Rumahberita.co.id – Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), menggelar Tabligh Akabar Maulid Nabi Muhammad SAW. 1442 hijriah, bekerjasama dengan Musholla Al-Muhaimin, Desa, Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.

Maulid Nabi ini digelar di halaman Mushalla Al Muhaimin, Jum’at (20/11) malam. Sebagai penceramah, yakni KH. Izzul Muttaqin, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Huda, Ganding, Sumenep.

Pada pelaksanaannya, AMOS bershalawat bertema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Untuk Keselamatan Dunia Akhirat” ini dimeriahkan Kelompok Al-Banjari Nuruttaqwa dari Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng. Selain itu, juga penampilan tari islami dari santriawati Mushalla Al-Muhaimin.

Baca Juga =  Gunakan Motor, Bupati Tanjabbar Tinjau Wisata Mangrove Tungkal I

Dalam sambutannya, Ketua AMOS, Ahmadi Muni mengungkapkan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan kegiatan rutin komunitas jurnalis yang dipimpinnya disamping kegiatan-kegiatan lain yang memang teragenda.

“Kami kira menjadi wajib bagi kita untuk bermaulid, bershalawat kepada Nabi Muhammad SWA. Kita sebagai ummat beliau, merupakan ummat paling istimewa jika dibandingkan dengan umat nabi-nabi sebelumnya,” katanya dihadapan ratusan undangan dengan berbahasa Madura.

Jurnalis Karta.Co.Id itu juga mengungkapkan, ada sesuatu yang istimewa pada pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad 1442 Hijriah yang digelar AMOS ini. Keistimewaan itu, jika sebelumnya AMOS menggelar Maulid dengan melibatkan internal, tahun ini bisa melibatkan masyarakat Desa Meddelan melalui kerjasama dengan Mushalla Al-Muhaimin di desa tersebut.

Baca Juga =  Jual Minyak Goreng Diatas Harga Yang Ditetapkan Pemerintah, Fresh Tungkal : Tunggu Jawaban Distributor

“Kami ucapkan banyak terimakasih terhadap masyarakat Desa Meddelan, utamanya bagi keluarga besar Mushalla Al-Muhaimin. Karena kami bisa diterima dengan baik disini. Terimakasih pula atas sumbangsih seluruh masyarakat di sini, baik bantuan pemikiran dan semacamnya,” tambahnya.

“Kami mohon maaf manakala ada kekurangan, ada kesalahan, baik dari tutur kata, maupun tindakan yang kurang berkenan di hati masyarakat di sini, utamanya bagi keluarga besar Mushalla Al-Muhaimin,” sambungnya.

Sementara itu, KH. Izzul Muttaqin dalam tausiyahnya menjelaskan, bermaulid yang sesungguhnya yakni ketika manusia bisa melaksanakan tiga hal, yakni berdzikir kepada Allah SWT, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan hidup rukun antar sesama manusia.

Baca Juga =  Duo Srikandi Panaskan Kursi DPRD Tanjabbar

“Bagaimana cara melaksanakan tiga hal ini?, yakni kita harus meneladani dan mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah. Maka jika kita bisa melaksanakan tiga hal tersebut, itulah maulid kita yang sesungguhnya,” katanya. (r*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.